sejarah

By Muhammad Taupik, S.Pd.I 07 Nov 2025, 20:42:11 WIB

Sejarah dan Letak Geografis MTs Swasta Sungai Lilin

  1. Sejarah Singkat MTs Swasta Sungai Lilin

Banyaknya anak tamatan SD yang tidak tertampung untuk melanjutkan ketingkat menengah (SMP) terutama anak yang dari kalangan ekonomi Orang Tua tidak mampu. Maka pada bulan Januari 2010 atas Prakarsa  Bapak M. Isa Ansori, A.Ma berinisiatif untuk membuka sekolah berbasis Agama yang setara dengan sekolah menengah pertama yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Seiring berjalannya waktu, MTs Swasta Sungai Lilin mendapat Piagam pendirian Madrasah dari Kementerian Agama Provinsi. Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Nomor. KW.05.4/4/PP.03.2/4072/2010 Jambi 30 Desember 2010 kepala bidang Mapenda Bapak H. Ahmad Madani, M.Pd, NIP. 195510051982031003,

     Diberikan Kepada       :

     Nama Madrasah                                  : MTs Swasta Sungai Lilin

     Alamat                                                : Jl. Lintas Sumatera Km. 25

     Kecamatan                                          : Tanah Sepenggal

     Kabupaten                                           : Bungo

     Provinsi                                               : Jambi

     Penyelenggara Madrasah/ Yayasan    : Masyarakat

     Berdiri sejak tanggal                           : 05 Januari 2010

     Dengan status                                     : Terdaftar

     Nomor Statistik Madrasah                  : 121215080020

  1. Letak Geografis MTs Swasta Sungai Lilin

Madrasah Tsanawiyah Swasta Sungai Lilin terletak di Dusun Pasar Rantau Embacang Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, persis disamping  KLINIK SYIFA MEDIKA -dr. Tobroni Ayub, Sp.B (Alm) yang sangat tepat untuk lokasi pembelajaran disebabkan lokasinya yang mudah dijangkau.

Untuk lebih jelasnya keadaan Madrasah Tsanawiyah Swasta Sungai Lilin Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo secara geografis adalah sebagai berikut:

    1. Sebelah Timur berbatasan dengan rumah penduduk
    2. Sebelah Barat berbatasan dengan rumah penduduk
    3. Sebelah Utara berbatasan dengan rumah penduduk
    4. Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan provinsi yang dikenal dengan jalan tanah tumbuh lamo.